ISI Denpasar | Institutional Repository

Transformasi Seni Pertunjukan Bali Menjadi Industri Kreatif

Dr. Ni Made , Ruastiti, SST., M.Si (2011) Transformasi Seni Pertunjukan Bali Menjadi Industri Kreatif. ISI Denpasar. ISBN 9789799977489

[img]
Preview
Image (JPEG) (Cover Transformasi Seni Pertunjukan Bali Menjadi Industri Kreatif) - Cover Image
Download (420Kb) | Preview

    Abstract

    Abstrak Masuknya seni pertunjukan Bali sebagai bagian dari industri pariwisata menyebabkan penyajian seni pertunjukan ini harus selalu disesuaikan dengan selera wisatawan (Kayam,1991). Keppler (1997) menyatakan bahwa seni pertunjukan wisata yang terlalu memenuhi selera wisatawan keberadaanya akan cepat mati ( identitasnya hilang ). Untuk hal itu, perlu diadakan remissance, yaitu upaya menghidupkan kembali. Namun seni pertunjukan wisata tetap dikemas dalam nuansa tradisi seniman Bali sendiri, disamping masyarakatnya tetap beragama hindu ( Soedarsono,1999: 127-129 ). Seni pertunjukan pariwisata atau “touristic perfoming arts”) picard, 1990; Dibia, 1997) adalah produk budaya Bali modern. Seni pertunjukan ini mulai tumbuh pada tahun 1930-an ketika mulai datangnya para wisatawan asing kedaerah Bali (piet, 1993 : 76) dan menjadi semakin marak sekitar akhir tahun 1960-an. Seni pertunjukan wisata ini tumbuh subur di sekitar kawasan wisata, terutama dikabupaten Badung, kabupaten Gianyar, Dan Kota Denpasar. Berdasarkan catatan yang ada, bentuk bentuk seni pertunjukan wisata yang berkembang pada tahun 1970-an adalah barong “kunti seraya”, Kecak “Ramayana”, Janger, Tari Legong, dan Sendratari Ramayana (Ramayana Ballet).

    Item Type: Book
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Faculty > Performing Arts Faculty > Dance Department
    Depositing User: Ni Made Dwi Oktaviani
    Date Deposited: 19 Jul 2012 11:21
    Last Modified: 26 Jul 2012 12:19
    URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/1468

    Actions (login required)

    View Item