ISI Denpasar | Institutional Repository

Gayatri

I Gusti Putu, Sudarta, SSP., M.Sn (2011) Gayatri. Documentation. ISI Denpasar.

[img] Microsoft Word (Cover Gayatri) - Cover Image
Download (39kB)

Abstract

Konsep Garapan ini berangkat dari tradisi yang dilakoni dan digeluti yaitu tradisi Bali. Tradisi Bali merupakan tradisi yang bergerak dinamis merespon perkembangan dan perubahan yang terjadi di dalam kehidupan (berkesenian). Reseptif (keterbukaan) mau menerima perubahan (suatu yang baru), diskriminatif /wiweka (memilah yang baik dan tepat berdasarkan kearifan Bali yang universal (desha, kala, patra). Sehingga kehidupan (tradisi) bertumbuh dengan subur. Garapan Music Theater menekankan pada penggarapan tembang/kidung spiritual (emphasise on songs) tradisi Jawa dan Bali sebagai pijakan, juga mengeksplorasi kidung Qawwali (sufi song) dan Gregorian Chants. Yang ditampilkan adalah spirit dari kidung-kidung tersebut sedangkan ekspresinya (execution) masih dalam dialog cara Bali (kebalen). Garapan komposisi musik gambelan juga berdasarkan pola melodi kidung atau tembang, diimprovisasi sesuai dengan konteks tema cerita. Sedangkan olah vocal dalang (tandak, bebaturan, ucapan, ngerak, ngelur) ditampilkan bukan hanya sekedar sebagai narasi melainkan digarap sebagai bagian dari komposisi musical yang utuh yang mempertegas tema. Khoreografi dan ragam gerak tari merespon tembang/kidung dan komposisi gambelan, walaupun tetap dalam alurnya (khoreografi) namun bersamaan menyampaikan rasa, tema dan alur cerita melalui tokoh yang ditampilkan. Penari memerankan lebih dari satu tokoh seperti dalam topeng pajegan. Penari ada yang merangkap sebagai penembang, musisi atau sebaliknya musisi dan dalang bisa merangkap sebagai penari. Semua elemen theater digarap sedemikian rupa sehingga menjadi sajian dramatic art yang menyajikan sentuhan baru (execution, staging, costume, make-up, acting style). Perangkat alat music yang digunakan tidak menggunakan barungan gambelan yang utuh melainkan dipilih dari beberapa barungan gambelan Jawa dan Bali seperti ; bonang barung dan kenong, slentem laras selendro, bonang penembung, bonang barung, slentem laras pelog pitu, gender barung selendro, gender wayang baru bilah 14, dan alat-alat ritmis seperti kendang, rebana/terbang, berbagai gong Cina (beri), gentorag, genta, singing bowl (Nepal), manjira (cymbal finger), dan gong. Suling dan rebab untuk mempertegas melodi tembang. Disamping itu juga dieksplorasi instrument yang chin (santoor Cina) dan hang drum. Tambura juga dipakai sebagai drone untuk mengiringi vocal solo. Ceritra yang merupakan pijakan penggarapan diambil dari Legenda Agastya. Yang menceritakan perjalanan Rsi Agastya sebagai guru wangsa Arya di negeri Bharata.

Item Type: Monograph (Documentation)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty > Performing Arts Faculty > Puppetry Department
Depositing User: Ni Made Dwi Oktaviani
Date Deposited: 30 Jul 2012 04:37
Last Modified: 30 Jul 2012 04:37
URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/1501

Actions (login required)

View Item View Item