ISI Denpasar | Institutional Repository

Pepalihan dan Ragam Hias pada Wadah Penerapan Lontar Yama Tattwa

I GUSTI NGURAH , AGUNG JAYA CK (2015) Pepalihan dan Ragam Hias pada Wadah Penerapan Lontar Yama Tattwa. Documentation. ISI Denpasar.

[img] Image (JPEG) (Pepalihan dan Ragam Hias pada Wadah Penerapan Lontar Yama Tattwa) - Cover Image
Download (69Kb)

    Abstract

    Abstrak Pepalihan adalah suatu bentuk yang menyerupai anak tangga yang disusun secara beraturan sebanyak tiga tingkatan yang diulang-ulang baik susunannya naik maupun turun, terbalik maupun mendatar. Dimana fungsi dari pepalihan ini untuk membentuk suatu menara yang makin mengecil, menyerupai menara tawer seluler. Kegunaannya untuk merekatan atau menempelkan beberapa ragam hias yang memberikan kesan megah berwibawa bagi seseorang telah meninggal yang akan diaben/dibakar. Makin rumit ragam hias yang digunakan, ini akan menampilkan keluarga yang meninggal orang berkasta. Ragam hias merupakan stiliran dari beberapa tumbuhan yang menjalar, berbunga, berbuah, atau hasil potongan berbagai tumbuhan dan hewan distilir menjadi sebuah bentuk kekektusan (ragam hias stiliran dari tumbuh-tumbuhan), pepatran (ragam hias stiliran dari binatang) dan kekarangan (ragam hias stiliran dari muka manusia dan binatang). Hasil kolaborasi antara pepalihan dan ragam hias menghasilkan sebuah karya seni yang monumental yang berfungsi untuk menaruh jenazah yang diarak menuju kekuburan untuk dibakar dikenal dengan Bade/wadah symbol alam beserta isinya, juga sebagai symbol pengembalian pancamahabhuta (tanah,air,api,angin dan eter) upacara pitra yadnya. Hal ini wajib dilakukan orang yang beragam Hindu di Bali, sebagai rasa bakti, hormat terhadap leluhur yang telah memberikan kehidupan dan kebahagian di dunia ini. Abstract Pepalihan is a form that resembles the rungs are arrangedinthree tiers irregularly repeating arrangement either up or down, upside down or horizontally. Where the Function of this pepalihan to form a tower of increasingly smaller, resembling cellular towers. Usefulness for stick or gluing some ornaments thatgive the impression of majestic authority for a person who has died will be cremated / burnt. The more elaborate decoration that is used, it will display the family who died caste people. Stiliran ornament is of a creeping plant, flowering, fruiting, or the result of a variety of plants and animals piece distilir into a form kekektusan (stiliran of decorative plants), pepatran (stiliran ornaments of animals) and kekarangan (decoration stiliran of the human face and animal). Result of a collaboration between pepalihan and ornaments produceda monumental work of art that serves to put the bodies are paraded to the Cemetary to be burned known as bade / natural symbol container and its contents, as well as a symbol of return pancamahabhuta (earth, water, fire, wind and ether) pitra yadnya ceremony. This must be done a variety of Hindu people in Bali, as devotion, respect forancestors who have given life and happiness in this world. Keyword: Pepalihan, Ragam Hias, Bade/wadah and Lontar Yama Tattwa.

    Item Type: Monograph (Documentation)
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Faculty > Fine Arts and Design Faculty > Craft Department
    Depositing User: Mrs Dwi Gunawati
    Date Deposited: 12 Jan 2015 09:30
    Last Modified: 12 Jan 2015 09:30
    URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/1980

    Actions (login required)

    View Item