ISI Denpasar | Institutional Repository

FENOMENA ANJING BALI DI ERA GLOBALISASI DALAM KARYA LUKIS IMPRESIONISTIS

Agus, Jaya Waskita (2016) FENOMENA ANJING BALI DI ERA GLOBALISASI DALAM KARYA LUKIS IMPRESIONISTIS. Documentation. ISI Denpasar.

[img] Image (PNG) (FENOMENA ANJING BALI DI ERA GLOBALISASI DALAM KARYA LUKIS IMPRESIONISTIS) - Cover Image
Download (100Kb)

    Abstract

    Seni merupakan media ekspresi dan komunikasi tentang pengalaman batin atas pengamatan, terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat dimanapun seniman itu tinggal. Seperti Bali salah satu provinsi di Indonesia yang kental akan seni dan budayanya, selain budaya dan tradisinya Bali juga mempunyai satu hal lagi yaitu anjing-anjing lokal Bali. Pada Umumnya anjing lokal Bali bukanlah hewan yang mudah akrab dengan manusia, hal ini disebabkan sifat mereka yang liar, namun jika berhasil mendapat kepercayaan dan kesetiaan mereka,anjing Bali dapat menjadi peliharaan yang baik. Keberadaan Anjing Bali sudah diketahui sejak lama, dan bukan jenis anjing lokal saja yang ada di Bali juga ada anjing ras dari luar.Pada abad 21 kini, unsur global dan unsur lokal sudah bercampur.berbagai macam fenomena yang timbul dari era globalisasi, bagaimana kehidupan masyarakat Bali kini, yang telah banyak berubah kearah yang lebih baik atau justru menjadi lebih buruk. Seperti Keadaan anjing lokal Bali yang mulai tergeser karena pada era globalisasi, kebanyakan masyarakat lebih memilih anjing ras dari luar. Saya tertarik untuk mengangkat tentang hal tersebut ke dalam karya seni lukis dengan mengangkat tema “ Fenomena Anjing Bali Di Era Globalisasi Dalam Karya Seni Lukis Impresionistis”yang berarti dimana anjing lokal Bali menjadi subjek dan simbol tentang perilaku kehidupan di era globalisasi sebagai objek. Dalam mewujudkan ide dan tema pada karya seni lukis, saya melakukan proses penjajagan, percobaan dan persiapan. Pada wujud ide dan visual yang hadir diwujudkan dengan karya seni lukis impresionisme dengan memakai latar belakang, yang terlihat datar, tetapi dengan goresan-goresan dari kuas dengan warna yang tebal dengan memakai berbagai macam warna yang dituangkan, dimaksudkan untuk membuat suasana sesuai dengan ide lukisan dan menambah kesan artistik pada karya. Hasil dari penciptaan ini berupa 10 karya seni lukis dengan judul: Persilangan, Menunggu Krabat, Muntah Darah, Menunggu Jam Makan, Kasih Sayang, Hidup Berdampingan, Terpingirkan, Setia, Selalu Menjadi Pilihan Kedua, Pertarungan. Melalui anjing lokal Bali, saya dapat merepresentasikan fenomenanya di era globalisasi, yang diungkap secara impresionistis dan metaforik, melalui hal tersebut dapat tercipta makna yang komunikatif dan estetis. Kata Kunci : Anjing, Fenomena, karya seni lukis Art is a media of expression and communication about inner experience based on observation, on the environment and community where the artist lives. Bali is one of provinces in Indonesia which condensed of art and culture, in addition to its culture and traditions. Bali also has one thing is local Dogs. Generally, local dogs on Bali is not an easy animal familiar with humans, this is due to their wild nature, but if it managed to get their trust and loyalty, dog on Bali can be a good pet. The existence dog on Bali has been known since a long time ago, and not only local dog which there in Bali but also there are purebred dogs from outside. In the 21st century now, elements of global and local have been mixed. Variety of phenomenon arise from the globalization era, how the Balinese life now, which has changed toward the better or even worse. Such as the state of the local dog on Bali which began shifting because in the era of globalization, most people prefer purebred dogs from outside. I interest to pick up about that thing into artwork of painting with the theme is “The Phenomenon of Dog on Bali in Globalization Era into Artwork of Impressionistic Painting” means that where dogs on Bali become the subject and symbol of life behavior in globalization era as object. In order to make it come true the ideas and themes to artwork of painting, I do the process of observation, experimentation and preparation. In the form of ideas and visually present realized by impressionism paintings with using background, which looks flast but with strokes of the brush color thick by using a variety of colors that poured, intended to create an atmosphere in accordance with the idea of painting and add artistic impression at work. Theresults of this creation in the of 10 paintings with the title: Persilangan, Menunggu krabat, Muntah darah, Menunggu jam makan, Kasih saying, Hidup berdampingan, Terpinggirkan, Setia, Selalu menjadi pilihan kedua, Pertarungan through Bali’s local dog l can represent the phenomenon of globalization, which is expressed in impressionistic end metaphorically, through it can create a communicative end aesthetic significance. Key word: Dog, Phenomenon, artwork of painting

    Item Type: Monograph (Documentation)
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Faculty > Fine Arts and Design Faculty > Fine Art Department
    Depositing User: Mrs Dwi Gunawati
    Date Deposited: 19 May 2016 10:19
    Last Modified: 19 May 2016 10:19
    URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/2242

    Actions (login required)

    View Item