ISI Denpasar | Institutional Repository

ARTIKEL SKRIPSI KARYA SENI HARMONI TIRTA EMPUL

I Wayan, Widnyana (2016) ARTIKEL SKRIPSI KARYA SENI HARMONI TIRTA EMPUL. Documentation. ISI Denpasar.

[img]
Preview
PDF (ARTIKEL SKRIPSI KARYA SENI HARMONI TIRTA EMPUL) - Cover Image
Download (106kB) | Preview

Abstract

Dalam proses penciptaan karya seni, para seniman biasanya menggunakan berbagai hal maupun peristiwa sebagai sumber acuan dalam berinspirasi dan berimajinasi seperti misalnya kehidupan sosial masyarakat, fenomena alam, cerita pewayangan, babad dan lain-lain. Sebagai karya kreatif musik Bali garapan baru tidak lahir karena kebetulan, tetapi karena proses yang menuntut kecakapan dan keterampilan dalam bidang musik serta motivasi yang kuat untuk melakukan sebuah pembaruan terhadap tradisi. Salah satu hakekat kreativitas adalah “membuat yang baru dengan menata yang lama. Penata tertarik mengangkat sebuah tempat suci peningalan kerajaan pada zaman dulu di sanalah terjadi sebuah fenomena alam air yang menyembur keluar dari tanah yang disebut dengan Tirta Empul yang hening dan indah yang mencerminkan keharmonisan sebuah kehidupan yang berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pura Tirta Empul dan permandiannya terletak di wilayah Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Tampaksiring adalah nama dan sebuah desa dan Pura Tirta Empul merupakan salah satu peninggalan Kerajaan di Bali, dari beberapa peninggalan budaya yang menarik. Secara etimologi Tirta Empul artinya air suci yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah. Air Tirta Empul yang mengalir ke sungai Pakerisan. Dalam mitologi itu diceritakan bahwa Raja Mayadenawa bersikap sewenang – wenang dan tidak mengijinkan rakyat untuk melaksanakan upacara – upacara keagamaan untuk mohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa. Akhirnya Mayadenawa dapat dikalahkan dan melarikan diri sampailah disebelah Utara Desa Tampaksiring. Akibatnya kesaktiannya Mayadenawa menciptakan sebuah mata air Cetik (Racun) yang mengakibatkan banyaknya para laskar Bhatara Indra yang gugur akibat minum air tersebut. Melihat hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan memancarkan air keluar dari tanah (Tirta Empul) dan air Suci ini dipakai memerciki para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia kala. Dari cerita tersebut akhirnya penggarap menemukan ide untuk menjadikan sumber inspirasi yang dijadikan sebuah karya seni karawitan inovatif yang bernuansa baru dengan pengolahan secara kekinian menurut tafsir si penggarap. Setelah diperhatikan secara seksama, semua hal tersebut membuat penggarap merasa tertarik karena berbagai suasana dalam pencapaian tujuan beliau yaitu kebahagiaan, membuat penggarap sangat ingin mengeksplorasi dan menuangkannya ke dalam bentuk karawitan inovatif. Kata Kunci : Tirta empul, Tampaksiring, Karya seni

Item Type: Monograph (Documentation)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty > Performing Arts Faculty > Karawitan Department
Depositing User: Mrs Dwi Gunawati
Date Deposited: 28 Nov 2016 00:19
Last Modified: 28 Nov 2016 00:19
URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/2302

Actions (login required)

View Item View Item