ISI Denpasar | Institutional Repository

Gita Derita Cicing Kacang Bali

Grace , Monalisa Mangempis and I Wayan, Dibia and I Ketut , Suteja (2017) Gita Derita Cicing Kacang Bali. Documentation. ISI Denpasar.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Terinspirasi dari cicing kacang Bali yang tidak terawat dan terlindas ban kendaraan hingga gepeng di jalanan. Karya ini diwujudkan ke dalam sebuah pertunjukan musik dalam bentuk hybrid, yang merupakan penggabungan dua unsur budaya yaitu Bali dan Barat, sehingga menjadi sajian bentuk musik baru yang bersifat orisinil, kreatif, dan bermakna. Penciptaan karya musik ini mengangkat nilai-nilai kearifan lokal yang luhur, serta berdampingan dengan perkembangan budaya global. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk menggali potensi budaya lokal dengan hasil akhir karya seni kreatif dan berpedoman kepada kaidah, moral, dan etika ilmu pengetahuan. Teori yang digunakan dalam proses penciptaan yaitu teori musik, teori semiotika, dan teori hermeneutika. Metode yang digunakan untuk penciptaan karya ini adalah metode penciptaan musik Roger Sessions yang meliputi inspirasi, konsepsi, dan eksekusi. Hasil dari karya ini dibagi ke dalam tiga bagian. Bagian pertama menceritakan kesederhanaan cicing kacang Bali yang kalah saing dengan anjing ras, sehingga ditelantarkan dan dibuang ke pinggir jalan, jembatan, pantai bahkan ke tempat pembuangan sampah. Bagian kedua menceritakan cicing kacang Bali yang telah terbuang dan beradaptasi dengan lingkungannya, sehingga cicing kacang tersebut melindungi lingkungannya dari penjahat. Bagian terakhir menceritakan kegigihan cicing kacang Bali dalam bertahan hidup di jalanan, dan pada akhirnya terlindas ban kendaraan. Gita Derita Cicing Kacang Bali adalah karya musik hybrid yang menggambarkan keadaan cicing kacang Bali dari kesederhanaan, pengorbanan, dan perjuangannya. Kata kunci: musik, Cicing Kacang Bali, hybrid ABSTRACT Inspired by the unkempt Balinese Peanut Dog which crushed to death by a vehicle on the street. This work is embodied into a musical performance in the form of hybrid, namely the merger of two different cultures of Balinese and Western so then it becomes a whole new musical form. The interest of the composer to raise this work is about a pure attraction to an original, creative, and meaningful creation of artwork. The creation of this artwork elevates the values of noble local traditions and to be able to coexist with the development of global culture. The purpose of this work is to explore the potential of local culture with the end result is a creative artwork which adheres to rules, morals, and ethics of science. Theories used in the creation process are music, semiotics and hermeneutic theory. In the composation, the method implemented is the music creation approach by Roger Sessions which includes inspiration, conception, and execution. The work is divided into three parts. The first part tells about the simplicity of Balinese Peanut Dogs that is less competitive with other races of dog, to be abandoned and thrown away to the roadside, bridges, beaches even to landfills. The second part tells about the wasted dog has to adapt to the environment, and later the dog protects the environment from criminals. The last part tells about the persistence of the dog to survive on the streets, and ultimately crushed to death by vehicle’s tires. Simplicity, sacrifice, struggle are the main messages which become the result of creation of Gita Derita Cicing Kacang Bali. Keywords: music, Cicing Kacang Bali, hybrid

Item Type: Monograph (Documentation)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty > Postgraduate
Depositing User: Mrs Dwi Gunawati
Date Deposited: 03 Nov 2017 11:38
Last Modified: 03 Nov 2017 11:38
URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/2459

Actions (login required)

View Item