ISI Denpasar | Institutional Repository

Struktur Tabuh Lelambatan III

I Gede, Yudartha (2010) Struktur Tabuh Lelambatan III. Artikel Bulan Agustus 2010, 8. pp. 1-4.

[img]
Preview
PDF (Struktur Tabuh Lelambatan III) - Published Version
Download (55Kb) | Preview

    Abstract

    - Pakaad Pakaad merupakan bagian terakhir dari struktur lagu lelambatan pagongan. Pakaad dalam bahasa Bali berasal dari kata dasar kaad yang hilang atau dalam konteks seni karawitan berarti bagian akhir. Pada bagian terakhir dari struktur komposisi lelambatan pegongan biasanya ada dua bentuk yang biasa dipergunakan yaitu tabuh telu dan gilak. Kedua bentuk ini memiliki ciri-ciri dan karakter yang berbeda. Penggunaan salah satu diantaranya merupakan pilihan bagi para komposer sesuai dengan ide serta kreativitas yang diinginkan. Kebiasaan yang terjadi, apabila menginginkan bagian akhir yang lebih energik dan dinamis maka bentuk pekaad yang dipergunakan adalah gilak. Sedangkan apabila menginginkan suasana yang tenang bentuk pekaad-nya adalah tabuh telu. Perbedaan karakter tersebut karena adanya aksentuasi gong yang berbeda. Walaupun memiliki struktur yang sama, gilak memiliki ukuran yang lebih pendek yaitu 8 ketukan, sedangkan tabuh telu memiliki 16 ketukan dalam peniti penyacah

    Item Type: Article
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Publication Unit > Article
    Depositing User: Users 2 not found.
    Date Deposited: 08 Nov 2010 14:45
    Last Modified: 08 Nov 2010 14:45
    URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/249

    Actions (login required)

    View Item