ISI Denpasar | Institutional Repository

Eksplorasi Gending dalam Gamelan Nawa Swara

Hendra, Santosa (2015) Eksplorasi Gending dalam Gamelan Nawa Swara. Kalangwan, 1 (2). ISSN 2460 - 1071

[img] Image (PNG) (Eksplorasi Gending dalam Gamelan Nawa Swara) - Cover Image
Download (762Kb)

    Abstract

    Bahkan sebelum diadakan Pesta Kesenian Bali m 1979 semangat untuk bennaiin gamelru1sudah ada p,ad.a. tahtin 1915. Semenj.ak tahun 1960 an, diadakan pertunjukan gamelan yang bergengsi ya·ng disebut dengan Festival Gong, yang isinya adalah perlombaan gamelan. Semenjak satu dekade terakhir, muncul banyak pencipta gentling tarnatan lembaga seni seperti misalnya Made Subandi, Nyoman Windha, Made Arnawa, Ketut Swanditha, Ketut 1Cater,,Wayan Nurjana, Agus dsb. Mereka telah menciptakan karya-kary,abesar yang memaka:ru nada dan la.gu yan.g lebih kaya 1dari apa yang secara traditional 'bisa diberikan 01le:b 1orkes g.a·melan tunggal. Dengan melompatil satu k!unci dari gamelan yang s.uda·h ada lalu menggantikannya deng,an seni vokal, 1nusic tiup dalam interval yang panj ang dari nada-nada yang bcrdekatan, bisa dihasilkan skala barn. Cara ini sama dengan cara yang digunakan oleh penggubah gentling dengan menggunakan nada tambahan di antara dua skala ad_jetian diatonic do, re, me, fa, so, la, ti, dsb.Karena gamelan tidak memiliki kunci bitam seperti yang ada pada piano, penggubah lagu harus menggunakan suara seniman, kecapi rcbab; atau suJ i11g sebagai ganti dari 'kunci hitam·' untuk me11j1embatan in.ada-na1d,a.yan.g terk,ait. se·bagai akibatny,a, 1daliha.dalih mu sik yang ada yang mengatur suatu ansambel su.paya hanya ada satu skaJa ti,dak benar lagi. Dekonstrasi nada dalam gamelan Bali sekarang ini berkembang bersamaan dengan restrukturisasi berbagai bentuk seni yan,g terkait di Bali. Sebagai contoh, Gong Kebyar yang secar,a tradisional dikenal hanya mem iliki skala. pelog. sekarang bisa ,dibuat membawakan skala slen1dro; 1ensemb[e metallofon Gender Wa,ya"n,g yang secara tra1dition,al hanya 1dikenal me1niliki skala slendro sekarang jugai bisa. dipakai ·u·ntu·k membawa·ka·n skala pelog. Hal ini juga benar bagi gamelan yang lai11. Banyak penggubah sering me·makai lebih dar1 satu gamelan untuk mendapatkan leb1ih banyak nada dan lagu. Walaup1un ideal astetis bisa dicapai, tentu saja bebannya lebih besar tintuk membawakan dua ensemble bukan hanya satu ensemble, selain menciptakan lebih ·banyak: tn,asalah yang terkait dalam hal teknik memainkannya. Mengilruti pennintaan akan. nada dan lagu ya·ng terus bertam b1ah., Nawa Swara merupakan sebuah gamelan yang baru diciptakao dengan sisti.m sembi1an nada ada satu oktaf s:kala.Berasal dari b,ahasa 1awa Kuna dengan in.sp1irasibahasa 'S,ansekerta, nawa berarti 'sembi lan' dan swara berarti nada, suara. Jadi, nawa swara secara barfiah berarti sembilan nada. Dalatn mengajukan pet r11ohonan penelitian hibah bersaing dalam jangka panjang dari Pendidikan Tinggi Indonesia denga,n kebijaka n Pendanaan Kompetitif 2007-2009, sta.f pcngajar ISi Denpasar secara aktif telah mengusulkan pembentukan ,ga1ne1an Nawa .Swara· y,ang barn ters,ebut. Para p1emo:hon y,an.g berhasil yang dipimpin ol1eh Hendra Santosa staf pengajar Jurusan Ker,awitan ISi De·npasar, telah mengk1onstruksi gamelan Nawa Swara kurang lebih sela1na satu tahun. Pada tahun yang kedua ini, penclitian berlanjut ke fase mencoba dan menyempurnakan model yang dimaksudkan sebelum disi mpulkan pad.a tahun yang ketiga untuk memp1ertunjukan gameJan Nawa Sivara yang baru ini. Exp loratio,n of Musical Comp ,ositionfo 'r Nawa Swa 1a Gamelan Even before the inception of Bali art festival in 1979 such enthuaism in gamelan music has begun in 1915. From the 1960s on\vards such prestigious gamelan perfonnance was called Festival Gong, essentially the gamelan c,ompetition. Since the last 1decade, many composers graduating from the ,art institution, like M,ade S,ubandhi, 'Nyoman Win,dha, Made Arnaw"a, Ketut Swand.itha, Ketut C,ater, Wayan Nt1rjana,, D1 airya, Agus), etc. h,av1c been creating masterpieces that emplo,y ricl1er tones and tunes than a single gamelan onchestra can traditiona]ly provide·. By· skipping one key ·of the existing gamelan and then replacing it with vocal arts, sung lines or choir within the long interval of the adjecent tones, a new tuning I scale can be established well. This method is sim ilar with the way a composer using aditional tone between any two adjetion di.atonic scale of do,. .re, me,fa, soJ, la, ti., etc. Sin1c1e ga1nelan does not have the b]ack keys as iin piano, the 1co1npos,cr has to use the artist's voi1ce, rebab lute, 01r suling flute in Jue rof' the 'bla1ck keys' to1 bridge the related to1nes. Consequently, the existing musical canon that regulates an ensemble to have only one scale is not anylonger true. T11ni ng deconstrati on in Bal jn ese gamelan is now in progress along with restructuring various related .art forms in Bali. For example, the Gong Kebyar that is traditionally known only to hav1e 177 Hendra Santosa (Eksplorasi Gending...) KALANGWAN .Jumal Seni Pertunjukan : pelog scale can now be made to present a slendro scale; Gender Wayang metallopphone ensembe that is traditionally known only to have slendro scale can also now be made to present a pelog scale. T_his is also tru1e to other gamelan orch1en.stra. Many composers ofte·n e1nploy more than on1e gamelan or1cbestra in order to obtain more tune and tones. Whil1e the aesthetic ideal may be achiev·,ed, tl1e burden is certa:in y larg1er to bring two ·ensemble·s instead of one., in additi1on. to1 create more related problems in tenns of th·e p1:laying techniqu1e. P11rsu.ant to, the increain.g demands of adcf:itional tones and. tuning, Nawa S111a1a· is a. newly made Game[.an with 9-tone system in one octave of the scale.. Derived from 10ld Javanese languag1e with Sanskrit inspiration, nawa means 'nine' and swara means tone, siound, or voice. Th11s, nawa nvara literary means 9-tones. In applying for the multi-years grant research, hibah bersaing, from the Indonesian Higher Education with its Competitive Funding 2007-2009 poli cy faculty members of ISi Denpasar have actively proposed the establishment of such new gamelan Nawa Swara. Suc.cessful applicantsled by Hendra Santosa, a faculty member of Music (Karawitan) Department at ISI Denpasar, have been constructing the Nawa Swara gamelan for about one year.In this second year, the research proceeds into the phase of trying an d. perfecting the intended 1no1del before it will be 1conclud,ed. in the third forthcoming year to per fom1tl1is new game[an lVawa Swara..

    Item Type: Article
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Publication Unit > Journal > Kalangwan
    Depositing User: Mrs Dwi Gunawati
    Date Deposited: 02 Jan 2018 14:45
    Last Modified: 02 Jan 2018 14:45
    URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/2584

    Actions (login required)

    View Item