ISI Denpasar | Institutional Repository

Perkembangan World Musik II

Hendra, Santosa (2010) Perkembangan World Musik II. Artikel Bulan Oktober, 10. p. 1.

[img]
Preview
PDF (Perkembangan World Musik II) - Published Version
Download (96Kb) | Preview

    Abstract

    Erwin Gutawa juga melakukannya dalam sejumlah kegiatan, antara lain bersama Aminoto Kosin yang ini project officernya 2 Warna di RCTI. Erwin berkarya lewat album Chrisye, termasuk album Badai Pasti Berlalu. Erwin memakai alat musik tradisi, antara lain saluang dari Padang yang juga dimainkan oleh pemain Padang asli, didukung gendang Bali-nya Kompiang Raka di pergelaran Chrisye di JHCC awal tahun ini. Penggalian musik etnik Indonesia menurut Erwin merupakan hal penting, karena rasanya agak mustahil kita memainkan musik diatonis sebaik musisi penemunya, dalam hal ini orang Barat. Itu pula sebabnya, sewaktu Karimata mau berangkat ke North Sea Jazz Festival tahun 1987, Karimata perlu mempersiapkan diri melatih lagu fusion komposisi sendiri yang merupakan eksplorasi musik Barat dan etnik Indonesia, tapi memakai instrumen konvensional macam keyboards, bas, gitar, drum dan saxophone. Erwin beranpendapat bahwa eksplorasinya dalam album Jezz Karimata. Artinya Karimata Etnik, sebuah band wakil ke North Sea Jazz tahun 1987. Karimata akhirnya merekam reportoar eksperimennya itu pada tahun 1988-1989, dengan bintang tamu musisi jazz dari GRP (Amerika), antara lain Lee Ritenour, Bob James, Dave Grusin, Phil Perry dan sejumlah nama tenar lainnya. Eksperimen Karimata pada saat itu terasa masih mentah, karena merupakan bagian dari persiapan ke North Sea saja. Tapi hal tersebut malah membuat kejutan, karena direspons positif oleh musisi dan gitaris Amerika sekaliber Lee. Dia memaminkan komposisinya berbasis musik Dayak. Arranger ini lantas berpendapat, idealnya melakukan eksplorasi memadukan musik Barat - Timur tak hanya lewat alat musik daerah aslinya, tapi juga bisa dimainkan lewat alat musik Barat, tapi 'soulnya' tetap dapat. Hal ini bisa didengar lewat album Yani, atau Kitaro. Mudah-mudahan hal yang sama juga terdengar waktu orang menikmati album Jezz Karimata untuk lagu Sing Ken-ken, Take Off to Padang atau yang bernuansa Sunda, Pady Field.

    Item Type: Article
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Publication Unit > Article
    Depositing User: Users 2 not found.
    Date Deposited: 11 Jan 2011 15:18
    Last Modified: 11 Jan 2011 15:18
    URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/461

    Actions (login required)

    View Item