ISI Denpasar | Institutional Repository

Seni Kontemporer Dikebiri Seni Tradisi Bali?

Kadek, Suartaya (2010) Seni Kontemporer Dikebiri Seni Tradisi Bali? Artikel Bulan November, 11. p. 1.

[img]
Preview
PDF (Seni Kontemporer Dikebiri Seni Tradisi Bali?) - Published Version
Download (53kB) | Preview

Abstract

Seniman bertubuh tambun, Slamet Gundono, yang dikenal sebagai dalang Wayang Suket, tampil menggugah dan menggelitik dalam sarasehan seni pertunjukan kontemporer, Kamis (5/11) siang di ISI Denpasar. Di tengah perbincangan yang sarat gairah itu, Gundono didaulat untuk menunjukkan aksi pentasnya. Sembari memetik sebuah gitar kecil, celoteh dan alunan vokalnya yang improvisatoris membuat penonton terpana. Aksi dadakan alumnus STSI Surakarta tersebut direnspon oleh koreografer Miroto dan komposer Agus Santosa. Sementara Miroto bergerak ekspresif di sisi-sisi tubuh Gundono yang duduk di tengah, Agus berjinjit-jinjit di bagian belakang sembari mengeksplorasi bunyi sebuah gong. Kolaborasi dalang, penari, pemusik yang sudah cukup dikenal secara nasional itu seakan menunjukkan bahwa seni komporer adalah ruang berkesenian yang keberadaannya tak bisa dipisahkan dari kebudayaan kontemporer masyarakat kita.

Item Type: Article
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Publication Unit > Article
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 13 Jan 2011 03:12
Last Modified: 13 Jan 2011 03:12
URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/495

Actions (login required)

View Item View Item