I Nengah, Wirakesuma (2026) Deskripsi karya (ide/gagasan dan konsep kreatif) Seni Lukis Getah Kulit Kopi Primitif Face 2 oleh I Nengah Wirakesuma. [Show/Exhibition]
|
PDF
Download (488kB) |
Abstract
Primitif Face 2, Memangkas semua pohon kopi lokal setinggi 120 cm. Setelah tumbuh tunas airpada pohon induknya dilakukan penyambungan dengan entres kopi robusta. Eksperimenpenyambungan tunas-tunas air pada kopi lokal dengan kopi robusta menghasilkan pertumbuhan subur. Tunas air dan daun berkembang, berbunga dan berbuah lebat. Buah kopi yang merah dipetik, direbus dan diperas, air perasan kulit kopi dimanfaatkan untuk melukis. Perwujudkan ekspresi wajah sebuah obsesi yang sering muncul dalam pikiran saya. Warna kulit kopi menarik perhatian kemudian warna kulit kopi digoreskan berulang kali dengan sapuan kuas yang bervariasi. Penciptaan Primituf Face 2, dilakukan dengan teknik menggores spontanitas memakai kuas kecil dan besar serta pisau palet. Kemudian dikombinasikan dengan penyerapan warna kulit kopi memakai kain basah guna mendapatkan perpaduan warna, garis, ruang, dan tekstur yang harmonis. Kemudian warna kulit kopi yang merah di masukan kedalam panci besar direbus sampai airnya mendidih dan kulit kopinya semakin lunak dan matang. Setelah kulit kopi yang direbus matang maka dilanjutkan dengan pendinginan agar kulit kopi yang lunak dan matang mudah diremas-remas dengan jari tangan untuk mendapatkan warna asli dari kulit kopi. Warna kulit kopi yang direbus sebagai medium alternatif menunjukan warna coklat muda dan coklat tua. Sedangkan warna kopi yang kulitnya diremas-remas menghasilkan warna coklat kehitaman. Face lines 1, merupakan ekspesi wajah manusia secara umum. Terinspirasi atas peradaban ekspresi wajah manusia dewasa ini. Sifat-sifat keraksasaan, bengis, kejam dan ambisius yang berlebihan mengakibatkan ekspresi wajah manusia semakin tidak bersahabat. Ada ekspresi wajah yang sangar, galak dan beringas dengan mata melotot, mulut terbuka lebar dan rambut gimbal, acak-acakan, tetapi tidak jarang pula tampak ekspresi wajah manusia yang manis seperti wajah para dermawan, tetapi hatinya busuk, pecundang dan penjilat. Dengan harapan karya seni lukis dengan menggunakan medium getah kulit kopi mampu membangkitkan kesadaran manusia agar instrospeksi diri, berbenah diri demi keselamatan umat manusia di dunia.
| Item Type: | Show/Exhibition |
|---|---|
| Subjects: | N Fine Arts > NX Arts in general |
| Divisions: | Document |
| Depositing User: | KOMANG AYU SEPTIARI |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 02:14 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 02:14 |
| URI: | http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/5975 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


