I Ketut, Yasa
(2000)
SASANDO (SEBUAH KAJIAN DARI ASPEK ARGONOLOGIS, MUSIKOLOGIS,DAN KUTURAL).
Mudra (JURNAL SENI BUDAYA), 8.
p. 1.
ISSN 0854-3461
Preview |
|
PDF (SASANDO (SEBUAH KAJIAN DARI ASPEK ARGONOLOGIS, MUSIKOLOGIS,DAN KUTURAL))
- Published Version
Download (5kB)
| Preview
|
Abstract
Sesando adalah suatu alat musik tradisional dari timur barat dan wilayah sekitarnya terutama pulau rote dan sabu. Nusa tenggara timur, republic Indonesia. Sasondo merupakan instruman petik yang unik karena tari kawat sebagiai sumber suaranya. Diikat pada resonator pertama secara berkeliling (melingkar) uniknya lagi sasondo memiliki resonator kedua, terbuat dari daun lontar yang sekaligus berpungsi sebagai aksesoris.
Di pulau timor dan sekitarnya, terdiri dari dataran rendah dan bukit-bukit yang sangat tendus, banyak di tumbuhi pohon lontar secara liar, meskipun pohon-pohon jenis lainnya tidak mudah tumbuh di daratan tersebut. Oleh kerena itu tidak mengherankan kalau masyarakiat swetempat sangat tergantung pada pohon lomtar selain dari hasil laut. Sehingga disana tumbuh apa yang disebut budaya lontar, yang berate penggunaanh seluruh bagian pohon lontar untuk keperluan idup sehari-hari. Buahnya yang masih muda dimakan, pohonnya untuk bahan bangunan,akarnya untuk obat-obatan dan daunnya dibuatkan untuk bahan kerajinan tangan misalnyan: tempat air semacam tempayan yang disebut haik, gayunhg, topi, sandal,atap rumah dan yang istimewa digunakan sebagai resonator dan sekaligus aksesoris instrumn musik sasando.
Daun lontar sangat keras dan tahan lama. Sebelum kertas di temukan, daun lontar digunakan untuk catatan atau perasasti di Negara-negara asia termasuk India, Pakistan,Bangladesh, jawa dan bali .
Actions (login required)
|
View Item |