ISI Denpasar | Institutional Repository

SIMBOLISME KEKAYONA WAYANG KULIT BALI

I Dewa Ketut, Wicaksana (1999) SIMBOLISME KEKAYONA WAYANG KULIT BALI. Mudra (JURNAL SENI BUDAYA), 7. p. 1. ISSN 0854-3461

[img]
Preview
PDF (SIMBOLISME KEKAYONA WAYANG KULIT BALI) - Published Version
Download (8Kb) | Preview

    Abstract

    A. Pendahuluan Bentuk bangun wayang kulit yang kita warisi sampai sekarang ini adalah buatan atau ciptaan para leluhur kita yang mengandung cerminan falsafah hidup dan kehidupan. Ciri-ciri khas yang terkandung di dalamnya, selaras dengan hukum kodrat alam yang berlangsung dalam segala waktu, ruang dan peristiwa, karenanya wayang selalu mengikat bathin manusia (Sugriwa, 1963:12). Nenek moyang bangsa indonesia, bebrapa ratus tahun sebelum masehi telah mengenal wayang,yaitu suatu bentuk pentas sebagai sarana keagamaan yang bersifat ritual dengan menggunakan bayangan-beyangan (wayang) dalm membawakan acaranya. Sedangkan bangsa hindu menemukan wayang sebagai suatu wadah untuk membawakan cerita Mahabrata dan Ramayana dalam menyebarkan agamanya. Kemudian terjadilah suatu perpaduan yang amat serasi antara kedua kebudayaan yang berasal dari hindu dan yang asli dari indonesia, sehingga sampai dewasa ini wayang cerita dari Hindu (Mahabrata dan Ramayana) sanggup menyesuaikan diri dengan perkembangan sejarah bangsa indonesia. Wayang sangat kuat pribadinya, sehingga tidak sedikit yang memberikan inspirasi atau penghayatan lain bagi para penggemarnya. Bagi mereka yang ingin mengenalnya dan sempat mengikuti lakon-lakon yang di pergelarkan oleh ki dalang, akan terpesona oleh bentuk-bentuk serta macam ragam dan gaya di mana wayang tersebut muncul dan tumbuh kemudian berkembang, antara lain: Wayang kulit gaya surakarta,gaya Yogyakarta ,gaya Jawa Timuran, gaya Banyumasan,gaya Cirebon,gaya sunda dan kemudian wayang kulit gaya lombok dan bali. Yang terakhir ini kalau di lihat dari segi bentuknya (prototipe) lebih tua usianya dari pada wayang kulit purwa jawa (Mangkunagoro VII, 1957:7; Claire Holt: 1967:135;Haryanto,1988:1). Salah satu figur wayang yang sangat penting dan menonjol dalam pertunjukan wayng kulit adalah sebuah wayang yang menyerupai gambar pohon yang di namakan kekayonan. Figur kekayonan hampir terdapat pada semua jenis wayang kulit dengan berbagai bentuk dan motif lukisan/tatahannya.

    Item Type: Article
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Publication Unit > Journal > Mudra Journal
    Depositing User: Users 2 not found.
    Date Deposited: 11 May 2011 15:37
    Last Modified: 11 May 2011 15:37
    URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/809

    Actions (login required)

    View Item