ISI Denpasar | Institutional Repository

Peran Isi Denpasar Dalam Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Mendukung Pengembangan Industri Kerajinan Memasuki Pasar Global

Ni Made, Rinu (2010) Peran Isi Denpasar Dalam Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Mendukung Pengembangan Industri Kerajinan Memasuki Pasar Global. Artikel Bulan April 2010, 4. pp. 1-3.

[img]
Preview
PDF (Peran Isi Denpasar Dalam Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Mendukung Pengembangan Industri Kerajinan Memasuki Pasar Global) - Published Version
Download (70Kb) | Preview

    Abstract

    A. Pendahuluan. Institut Seni Indonesia Denpasar sebagai institusi pendidikan tinggi yang didirikan atas dasar kesadaran terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya dalam menghadapi pasar global yang ditandai dengan dijadikannya Bali menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Terwujudnya ISI Denpasar merupakan gabungan antara Sekolah Tinggi Seni Indonesia Denpasar dengan Program Studi Seni Rupa dan Desain yang dikukuhkan dengan keputusan presiden RI Nomor: 33 tahun 2003, yang kini baru berusia 7 tahun. Sebagai pertanggung jawaban akademik ISI Denpasar menetapkan visi sebagai pencipta, pengkaji, pembina, dan penyaji seni yang unggul berwawasan kebangsaan. Implementasi Visi ini dijabarkan dalam wujud Tri Dharma Perguruan tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Ketiga dharma ini dalam pelaksanaannya selalu diupayakan untuk menghasilkan insan Indonesia cerdas dan kompetitif, sebagai upaya menjawab rencana strategis (Renstra) Kementrian Pendidikan Nasional. B. Melalui Visi dan Misinya ISI Denpasar Menjawab Tantangan Perguruan tinggi seni memiliki karakteristik yang mewilayahi keilmuawannya sendiri yaitu ilmu keindahan atau estetika dan persoalan “perwujudan” yang dilandasi proses kreatif dengan bobot kesenimannya. ISI Denpasar berada di kawasan Indonesia bagian timur, mewilayahi keragaman budaya etnik yang sangat variatif, merupakan kekayaan budaya sebagai sumber pendidikan dan pengembangannya dalam upaya menjawab tantangan, serta mewujudkan industri kreatif dalam berbagai segi seperti apa yang telah dicanangkan presiden sejak tahun 2008. Terutama bagi daerah Bali yang merupakan tantangan tersendiri dalam menghadapi dinamika proses kreatif, dinamika pasar, cagar budaya, hak atas kekayaan intelektual, erosi budaya, dan berbagai masalah social kesenian lainnya. Optimalisasi antara proses keilmuwan dengan proses kreatif inilah diharapkan mampu menjawab kepercayaan masyarakat dalam arti luas, merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus dihadapi. Untuk menjawab semua tantangan dan cita-cita secara implisit ISI Denpasar melalui pengembangan rumpun keilmuan seni yang sampai saat ini baru memiliki 2 (dua) Fakultas yaitu: Fakultas Seni Pertunjukan (terdiri dari; Jurusan Seni Tari, Seni Karawitan dan Pedalangan), Fakultas Seni Rupa dan Desain terdiri dari Jurusan Seni Rupa Murni (Minat: Seni Lukis dan Seni Patung), Jurusan Kriya (Minat: Kayu dan Keramik), Jurusan Desain ( Program Studi: Interior dan Desain Komunikasi Visual) dan Program Studi Fotografi sebagai embrio terwujudnya Fakultas Seni Media Rekam. Sesuai dengan judul makalah tersebut di atas, bahwa Fakultas Seni Rupa dan Desain memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya yang memiliki daya saing untuk mendukung industri kerajinan memasuki pasar global. Langkah-langkah strategis yang telah dilakukan Fakultas Seni Rupa dalam menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan teoritis maupun pengembangan kreativitas, selalu berupaya mengadakan inovasi-inovasi, melalui pemutahiran kurikulum, proses pembelajaran dan pengembangan proses kreatif dikalangan para dosen maupun mahasiswa dan memberikan pendidikan keahlian tambahan (soft skill) dalam bentuk kewirausahaan. Hal itu semua dilakukan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing, local, nasional maupun internasional. Untuk memperluas jejaring stakeholder ISI Denpasar telah mengadakan berbagai terobosan dan bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama jejaring antar perguruan tinggi sejenis dalam suatu wadah yang diberi nama BKSPT Seni (Badan Kordinasi Seluruh Perguruan Tinggi Seni). Kegiatan-kegiatan yang meliputi peningkatan wawasan keilmuwan dan praksis di kalangan mahasiswa seperti Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia (TKMDII) yang diadakan setiap 2 (dua) tahun sekali, Temu karya Mahasiswa Desain Grafis Indonesia (TKMDGI) diadakan setiap 2 (dua) tahun sekali, Temu Karya Mahasiswa Kriya Nusantara dengan kegiatan pameran Seni Kriya Nusantara yang dilaksanakan pada tanggal 21-24 April 2010 di gedung Pameran Institut Seni Indonesia Denpasarar, dan sore hari nanti tanggal 27 April 2010 juga dilaksanakan Pameran Fotografi dan Penayangan Video Jalan Menuju Media Kreatif II bekerja sama antara Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta dengan Program Studi Fotografi ISI Denpasarar. Pameran-pameran lain yang berkaitan dengan seni rupa murni setiap saat diadakan melalui kelompok-kelompok mahasiswa yang tergabung dalam HMJ, selalu memenuhi Meseum, Gallery, bahkan studio-studio pribadi. berbagai program pihak kedutaan dan perguruan tinggi sejenis yang berada di luar negeri. Kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, pertukaran mahasiswa internasional, Malaysia, Indonesia dan Thailand (MIT) sebagai tindak lanjut dari program DIKTI telah dilakukan, kerja sama dalam bidang seminar, kolaborasi seni dan work shop telah dilakukan di Negara-negara Asean seperti; Aswara (Akademi Seni dan Warisan Kebangsaan Malaysia) di Kuala Lumpur, Rajabath University Thailand, Western Australia University, Kanda University Jepang dan beberapa universitas yang memiliki bidang seni rupa sedang dijajagi oleh bapak Rektor ISI Denpasar. C. Beberapa Kendala yang Dihadapi Dalam mewujudkan optimalisasi peran ISI Denpasar khususnya Fakultas Seni Rupa dan Desain dalam membentuk sumber daya manusia agar mampu mendukung terwujudnya pengembangan industri kerajinan dalam pasar global menghadapi beberapa kendala: 1. Informasi paradigma desain industri kerajinan di pasar dunia, walaupun ada jejaring lewat internet, belum cukup untuk menjawab tantangan kreatif terhadap kebutuhan manusia di berbagai belahan dunia 2. Terbatasnya sarana dan kemampuan menggunakan teknologi baru dalam mengembangkan industri kerajinan 3. Belum terbentuknya jejaring yang baik antara pengusaha, pengrajin dan perguruan tinggi, untuk menemukan realitas kebutuhan stake holder 4. Belum adanya kesadaran tentang pengamanan hasil karya desain dalam wujud HAKI. 5. Sikap gengsi dan priyayi di kalangan generasi muda yang enggan bekerja keras, sehingga jumlah mahasiswa yang mau berkiprah dalam bidang kerajinan khususnya Kriya Seni sepi peminat 6. Peran Pemerintah Daerah belum menoleh secara seimbang para alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain, semestinya dinas-dinas terkait tidak ditempati oleh alumnus yang tidak memiliki kompetensi dibidangnya. 7. Belum adanya upaya pemerintah daerah untuk membangun Museum Kerajinan Bali sebagai barometer kualitas yang dapat dijadikan sumber belajar bagi generasi penerus kerajinan Bali 8. Belum adanya kesepadanan apresiasi tentang kerajinan Bali dan dampak ekonomisnya. Hal ini penting diwacanakan secara terus menerus agar dapat mendorong laju semangat kreatif bagi generasi muda untuk mengantisipasi pengangguran D. Kesimpulan Dari paparan di atas dapat digaris bawahi bahwa ISI Denpasar sangat berperan dalam menyiapkan sumber daya dalam menunjang industri kerajinan menuju pasar global. Hal ini sudah terbukti banyak alumnus ISI Denpasar khususnya Fakultas Seni Rupa dan Desain telah diserap pasar kerja dan menciptakan lapangan kerja sendiri. Daftar Pustaka 1. Rencana Strategis Institut Seni Indonesia Denpasar, 2008-2013 2. Panduan Studi Institut Seni Indonesia Denpasar, Tahun 2006

    Item Type: Article
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Publication Unit > Article
    Depositing User: Users 2 not found.
    Date Deposited: 04 Oct 2010 13:27
    Last Modified: 04 Oct 2010 14:55
    URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/95

    Actions (login required)

    View Item