ISI Denpasar | Institutional Repository

Desain Komunikasi Visual Sebagai Sarana Pelestarian Kesenian Topeng TradisiKalangan Remaja Singapadu,Sukawati, Gianyar

I Gst Ngr Ag , Darma Antara (2013) Desain Komunikasi Visual Sebagai Sarana Pelestarian Kesenian Topeng TradisiKalangan Remaja Singapadu,Sukawati, Gianyar. Documentation. Isi Denpasar.

[img]
Preview
PDF (Desain Komunikasi Visual Sebagai Sarana Pelestarian Kesenian Topeng Tradisi Kalangan Remaja Singapadu, Sukawati, Gianyar) - Cover Image
Download (72kB) | Preview

Abstract

Abstrak Singapadu, yang selama ini dkenal oleh kalangan masyarakat luas sebagai “gudang seni” adalah sebuah desa yang cukup kaya dengan warisan seni rupa. Berawal dari seni topeng (barong), kekayaan seni rupa di desa ini kemudian meluas ke seni patung dan lukis. Warga masyarakat desa Singapadu percaya bahwa cikal bakal seni topeng di desa ini adalah Ida Tjokorda Apileluhur dari puri Singapadu. Karya-karya seniman pembuat topeng barong yang konon sangat karismatik ini hingga kini masih disakralkan di banyak desa di Bali. Melanjutkan tradisi leluhur tidaklah mudah sehingga perlu waktu yang dalam menempa diri agar dapat mewarisi tradisi adiluhung, tidak cukup belajar hanya belajar dalam membuat suatu karya seni, namun penjiawaan dan pengahayatan saat berkarya mutlak dilakukan agar dapat menyambung garis taksu keturunan berkesenian. Salah satu aspek desain komunikasi visual adalah melestarikan asset budaya dan kesenian, kampanye melalui media komunikasi visual. Kesenian topeng yang ada di Singapadu yang merupakan warisan karya adiluhung, sangat perlu dilestarikan mulai dari kalangan remaja. Maka timbul pertanyaan bagaimana membuat kesenian topeng Singapadu mulai diminati oleh kalangan remaja melalui perancangan media komunikasi visual yang sesuai dengan kriteria desain? Melalui media komunikasi visual yang dirancang masyarakat Singapadu dan para generasi muda pada khususnya akan lebih mengenal keberadaan kesenian topeng di Singapadu dan ikut menyukseskan kampanye pelestarian kesenian Topeng di kalangan remaja Singapadu. Melalui metode penelitian, Data-data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi di Asosiai Seniman Singapadu yang bertempat di Kantor Perbekel Singapadu, disesuaikan kembali dengan strategi kampanye. Metode yang digunakan dalam mendesain media sosial ini adalah metode pengorganisasian diri menurut J. Christopher Jones, 1977.. Kemudian diolah melalui analisis deskriptif kualitatif dan sintesa sehingga diperoleh konsep dasar desain. “realis ornamental” merupakan konsep dasar yang digunakan pada proses desain untuk pelestarian kesenian topeng kalangan remaja Singapadu. Konsep tersebut sesuai dengan tujuan yaitu bisa mencuri perhatian agar mengetuk hati masyarakat agar ikut mengarahkan para remaja yang kini sibuk dengan kebarat-baratan. Dalam proses desain, telah ditentukan media yang tepat dan sesuai yaitu Folder, Iklan Majalah, Flyer, Poster, T-shirt, Kalender, Jam Dinding, Pin, X-Banner dan Katalog. Kata Kunci : desain, pelestarian kesenian topeng, singapadu Abstract Singapadu, which is known by the general public as an "art barn" is a pretty little village with a rich heritage of art. Starting from the art of mask (barong), a wealth of fine art in the village and then extends to the art of sculpture and painting. Singapadu ordinary villagers believe that the forerunner of the art mask in this village is Ida Tjokorda Api, ancestor of the castle Singapadu. The works of artists barong mask makers is supposedly very charismatic is still sacred in many villages in Bali. Continuing the tradition of the elders is not easy so we need time to forge themselves to inherit the valuable tradition, not only learning to learn enough to make a work of art, but inspiration and appreciation at work to be conducted in order to connect the line of descent taksu art. One aspect of visual communication design is to preserve cultural assets and the arts, media campaigns through visual communication. Arts Singapadu mask that is in the works which is a valuable heritage, so should be preserved from the teens. So the question arises how to make art mask Singapadu start demand by the youth through visual communication media design according to the design criteria? Through visual communication media designed Singapadu society and the younger generation in particular will be more familiar presence in Singapadu art mask and join the successful conservation campaigns among teenagers Singapadu mask art. Through research methods, data obtained from the observations, interviews, literature and documentation in Asosiai Artists Singapadu which is housed in the Office Perbekel Singapadu, adjustable back with a campaign strategy. The method used in the design of social media is a method of organizing themselves according to J. Christopher Jones, 1977 .. Then processed through a qualitative descriptive analysis and synthesis in order to obtain the basic design concept. "Ornamental realist" is the basic concept used in the design process for the preservation of the arts among teenagers Singapadu mask. The concept is in line with the objectives that could steal the hearts of the public to co-directs the teens who is now busy with westernized. In the design process, has determined the proper and suitable media ie Folders, Magazine Ads, Flyers, Posters, T-shirts, Calendars, Wall Clocks, Pin, and Catalog X-Banner. Keywords: design, art preservation mask, Singapadu

Item Type: Monograph (Documentation)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty > Fine Arts and Design Faculty > Design and Visual Communications Department
Depositing User: Mrs Dwi Gunawati
Date Deposited: 13 Jan 2014 03:36
Last Modified: 13 Jan 2014 03:36
URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/1836

Actions (login required)

View Item View Item