ISI Denpasar | Institutional Repository

ARTIKEL KARYA SENI GRHASTHA

I Gede Anom, Gryahasta Diptawan (2016) ARTIKEL KARYA SENI GRHASTHA. Documentation. ISI Denpasar.

[img]
Preview
PDF (ARTIKEL KARYA SENI GRHASTHA) - Cover Image
Download (107kB) | Preview

Abstract

Grhastha merupakan sebuah komposisi karawitan yang menggambarkan dinamika kehidupan berumah tangga dalam konsep ajaran Agama Hindu yang disebut dengan Grhastha Asrama. Pada dasarnya kata Grhastha berasal dari dua kata yaitu Grha yang berarti rumah dan stha yang berarti berdiri. Jadi Grhastha berdiri membentuk rumah tangga. Dalam menjalani masa berumah tangga harus mampu seiring dan sejalan untuk membina hubungan yang harmonis didalam masa Grhastha. (Wawancara, I Gede Sudiana, 7 Januari 2016). Dalam menjalani masa Grhastha tentunya berbagai macam lika-liku permasalahan, baik suka maupun duka harus dilalui. Dari realita itulah muncul ide dari penata untuk menggambarkan dinamika kehidupan pada saat menjalani masa-masa Grhastha Asrama atau masa berumah tangga, melalui sebuah media ungkap. Media penyampaian pesan yang penata gunakan ialah suatu rancangan bentuk komposisi gamelan Semar Pagulingan Saih Pitu. Gamelan Semar Pagulingan Saih Pitu merupakan salah satu bentuk gamelan Bali yang menggunakan laras pelog tujuh nada yang dikenal dengan istilah Saih Pitu (Rai, 1998:i). Garapan ini dituangkan kedalam bentuk komposisi tabuh kreasi. Dengan penyatuan semua unsur rasa seperti rasa bahagia, haru, bersemangat dan lain sebagainya, seperti halnya dalam mengarungi dinamika kehidupan pada saat menjalani masa Grhastha Asrama, dengan menggunakan patutan yang ada dalam gamelan Semar Pagulingan, dan menggunakan unsur-unsur musik lainya, sehingga menjadi satu kesatuan elemen (multiunsur). Dalam garapan ini, berbagai unsur tersebut identik dengan unsur- unsur musikal yang ditransformasikan ke dalam penyatuan secara harmonis, khas, dan terpadu. Karya ini dituangkan dalam bentuk tabuh kreasi yang masih berpijak pada suatu pola tradisi yang sudah ada, yang disebut dengan Tri Angga yaitu: kawitan, pengawak dan pengecet. Menggarap suatu karya seni harus melalui suatu proses yang merupakan suatu tahapan-tahapan untuk mewujudkan garapan tersebut. Dalam melakukan proses kreativitas ini, penata menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Alma M. Hawkins dalam bukunya Creating Through Dance, bahwa penciptaan suatu karya seni itu ditempuh melalui tiga tahapan yaitu: tahap eksplorasi (penjajagan), tahap improvisasi (percobaan), dan tahap forming (pembentukan) (Hadi, 1990:36). Ketiga tahapan ini dijadikan acuan dalam penggarapan karya ini. Kata Kunci: Konsep Grhastha, Gamelan Semar Pagulingan Saih Pitu, Tabuh Kreasi, Proses Kreativitas.

Item Type: Monograph (Documentation)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty > Performing Arts Faculty > Karawitan Department
Depositing User: Mrs Dwi Gunawati
Date Deposited: 09 Nov 2016 02:14
Last Modified: 09 Nov 2016 02:14
URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/2290

Actions (login required)

View Item View Item