ISI Denpasar | Institutional Repository

TARI KREASI CANGAK CONGAK

Ni Made, Liza Anggara Dewi and Siluh Made, Astini and I Gede, Mawan (2019) TARI KREASI CANGAK CONGAK. Working Paper. ISI Denpasar, Denpasar, Bali.

[img] PDF (TARI KREASI CANGAK CONGAK)
Download (513kB)

Abstract

Tari Kreasi Cangak Congak adalah tari yang mengandung nilai Pendidikan yang mengambil ide dari nilai-nilai moral yang terdapat pada cerita Tantri. Cerita Tantri berisikan tentang tingkah laku para binatang yang didongengkan oleh Ni Diah Tantri pada Raja Patali Nagantun, Prabu Eswaryadala. Cerita Tantri merupakan cerita berbingkai yang berjalin sebagai dongeng dan juga kaya akan ajaran moral. Melalui Tantri mengajarkan manusia dengan perumpamaan langsung tentang hubungan sebab akibat sifat- sifat para binatang dan tokoh dalam cerita. Seperti cerita Pedanda Baka atau burung cangak yang tamak yang merupakan sumber ide dari penciptaan ini. Penciptaan Tari Kreasi Cangak Congak menggunakan metode penciptaan seni yang diungkapkan oleh Alma M. Hawkins pada bukunya “Creating Through Dance”, yang telah diterjemahkan oleh Y. Sumandiyo Hadi (2003) dalam buku Mencipta Lewat Tari. Menurut Alma M. Hawkins, tahapan-tahapan penciptaan seni terdiri atas eksplorasi (exploration), improvisasi (improvisation), dan pembentukan (forming). Tahapan-tahapan penciptaan seni tersebut (khususnya seni tari), digunakan untuk membantu menjabarkan secara detail tentang proses kreatif pada penciptaan Tari Kreasi Cangak Congak. Terkait dengan hal tersebut, eksporasi dilakukan melalui perolehan rangsangan kinestetik, audio, visual, raba, dan lain sebagainya. Eksplorasi juga merupakan proses berpikir, merasakan, berimajinasi dan merespon segala sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sumber ide dalam menciptakan karya tari. Dalam tahap eksplorasi ini penulis beserta dengan anak didik melihat secara langsung bagaimana wujud nyata serta aktifitas yang dilakukan oleh burung bangau atau cangak tersebut. Menonton berbagai refrensi seni tari yang bertemakan fauna dan yang kemudian dijadikan sebuah pola berpikir baru untuk menciptakan karya Tari Kreasi Cangak Congak. Setelah melakukan eksplorasi, maka dilanjutkan dengan proses improvisasi untuk melakukan gerakan-gerakan spontan yang merespon hasil dari eksplorasi terhadap karakter dan pesan moral yang terkandung dalam cerita pedanda baka tersebut. Terakhir adalah proses pembentukan, yakni dengan menggabungkan apa yang telah diperoleh dari eksplorasi dan improvisasi. Proses pembentukan ini bisa dikatakan sebagai bagian akhir dari suatu metode penciptaan sebuah karya seni tari.

Item Type: Monograph (Working Paper)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty > Performing Arts Faculty > fsp
Depositing User: Jayasemadi
Date Deposited: 12 Apr 2023 04:28
Last Modified: 12 Apr 2023 04:28
URI: http://repo.isi-dps.ac.id/id/eprint/5220

Actions (login required)

View Item View Item